Tampilkan postingan dengan label NSK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NSK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

PERANAN DAN MEKANISME KERJA EUGENOL DALAM MENGENDALIKAN NEMATODA SISTA KENTANG (Globodera rostochiensis)



Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui peranan dan mekanisme kerja eugenol dalam mengendalikan Nematoda Sista Kentang /NSK (Globodera rostochiensis) yang merupakan nematoda parasit utama pada tanaman kentang. Penelitian dilakukan secara in vitro. Pengamatan dilakukan terhadap prosentase mortalitas juvenile fase 2 (J2), penetasan telur dalam sista, kemampuan migrasi J2, inhibisi asetilkolinesterase (AChE) J2, esterase non spesifik sista dan ATP sista. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa setelah terpapar dalam eugenol selama 8 jam ternyata J2 yang mampu migrasi sebanyak 1,33 ± 0,58 ekor sedangkan kontrol sebanyak 19,67 ± 2,51 ekor. Mortalitas J2 meningkat sejalan dengan meningkatnya konsentrasi eugenol. Konsentrasi 1 µL/mL telah menyebabkan mortalitas J2 di atas 50% (68,33±5,77%) dan mortalitas J2 mencapai 100% pada konsentrasi 10 µL/mL. LC50 mortalitas J2 sebesar 0,343 µL/mL. Pada pengamatan penetasan telur dalam sista G. rostochiensis terlihat bahwa pada konsentrasi 1 µL/mL, eugenol menghambat penetasan telur secara permanen. Eugenol menghambat aktivitas AChE J2, esterase non spesifik sista dan pembentukan ATP sista.



Artikel lengkap dan diskusi seputar topik abstrak ini silahkan hubungi Penulis :)

POTENSI MYCOFER® DALAM PENGENDALIAN NEMATODA SISTA KENTANG (Globodera rostochiensis)



Nematoda sista kentang (Globodera rostochiensis) yang biasa disingkat NSK adalah nematoda karantina kelas A2 yang merupakan nematoda parasit utama pada tanaman kentang. Potensi kehilangan hasil akibat serangan nematoda ini bisa mencapai 80%. Upaya penelitian mengenai pengendalian NSK ini terus dilakukan untuk mendapatkan metode yang tepat dalam mengendalikan dan mencegah penyebaran NSK. Salah satu penelitian yang dilakukan penulis adalah menguji penggunaan Mycofer® untuk menekan populasi NSK. Penelitian dilakukan secara in vivo di rumah kaca Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, Bandung, Jawa Barat pada bulan Juli – Oktober 2009. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dosis Mycofer® yaitu 0 g; 7,5 g; 10 g dan 12,5 g per 1 kg tanah. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan tanaman, derajat infeksi, jumlah sista dan kandungan sesquiterpen. Hasil penelitian menunjukkan